PROSEDUR EVAKUASI DARURAT STIKES HUSADA JOMBANG
1. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk memberikan panduan langkah demi langkah guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh mahasiswa, dosen, staf, dan tamu pengunjung STIKES apabila terjadi keadaan darurat (seperti kebakaran, gempa bumi, atau insiden bahan kimia di laboratorium).
2. Ruang Lingkup Prosedur ini berlaku di seluruh area kampus STIKES, meliputi ruang kelas, laboratorium (keperawatan, kebidanan, farmasi, dsb.), ruang dosen, ruang administrasi, perpustakaan, kantin, dan area fasilitas umum lainnya.
3. Tim Tanggap Darurat dan Tanggung Jawab • Koordinator Tanggap Darurat: Bertanggung jawab memimpin seluruh proses evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang (Pemadam Kebakaran, Kepolisian, Rumah Sakit).
• Warden Lantai/Gedung: Staf yang ditunjuk di setiap lantai untuk mengarahkan penghuni menuju jalur evakuasi yang benar dan memastikan tidak ada orang yang tertinggal.
• Dosen & Instruktur Praktikum: Bertanggung jawab memimpin evakuasi mahasiswa yang sedang berada di dalam kelas atau laboratorium.
• Mahasiswa & Tamu: Wajib mengikuti instruksi dari Tim Tanggap Darurat, Dosen, atau Warden Lantai.
4. Prosedur Evakuasi Umum Apabila terdengar sirine tanda bahaya atau ada instruksi evakuasi dari sistem informasi gedung:
• Hentikan Seluruh Aktivitas: Segera hentikan pekerjaan, kegiatan belajar mengajar, atau praktikum.
• Jangan Panik: Tetap tenang dan jangan berlari. Kepanikan dapat memicu desak-desakan yang berbahaya.
• Tinggalkan Barang Bawaan yang Berat: Bawa barang berharga seperlunya (seperti dompet atau ponsel) jika mudah dijangkau. Jangan membuang waktu untuk mengemasi tas.
• Gunakan Tangga Darurat: JANGAN GUNAKAN LIFT (elevator) saat keadaan darurat, terutama saat kebakaran atau gempa bumi.
• Bantu yang Membutuhkan: Berikan prioritas atau bantuan kepada ibu hamil, penyandang disabilitas, atau rekan yang sedang sakit/cedera.
• Menuju Titik Kumpul (Assembly Point): Ikuti rambu "Jalur Evakuasi" (Exit) menuju Titik Kumpul yang telah ditentukan di luar gedung kampus.
5. Prosedur Khusus Area Laboratorium STIKES Mengingat STIKES memiliki laboratorium dengan bahan kimia, alat medis, dan spesimen biologis, langkah tambahan ini wajib dilakukan oleh Instruktur/Dosen dan Laboran:
• Matikan Sumber Energi: Segera matikan aliran listrik pada alat-alat laboratorium (pemanas, sentrifus, dll) dan tutup katup gas utama jika aman untuk dilakukan.
• Amankan Bahan Berbahaya: Tutup rapat wadah bahan kimia, reagen, atau spesimen biologis yang sedang digunakan agar tidak tumpah.
• Lepaskan APD Laboratorium: Jas lab dan sarung tangan yang berpotensi terkontaminasi sebaiknya dilepas dan ditinggalkan di lab (kecuali dalam keadaan sangat mendesak dan mengancam nyawa, segera evakuasi diri).
6. Prosedur Berdasarkan Jenis Keadaan Darurat
A. Kebakaran
• Jika Anda melihat api, segera aktifkan Alarm Kebakaran (Manual Call Point) terdekat dan berteriak "Kebakaran!".
• Gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya jika Anda sudah terlatih, api masih kecil, dan jalan keluar Anda tidak terhalang.
• Jika asap tebal, merunduklah dan merangkak. Udara bersih berada di dekat lantai. Tutup hidung dan mulut dengan kain/tisu basah jika memungkinkan.
• Sebelum membuka pintu, raba gagang pintu. Jika panas, jangan dibuka; cari jalan keluar lain.
B. Gempa Bumi
• Drop, Cover, Hold On: Saat guncangan terjadi, segera merunduk, berlindung di bawah meja yang kuat, dan berpegangan pada kaki meja. Lindungi kepala dan leher dengan lengan.
• Jauhi jendela kaca, rak buku, lemari bahan kimia, atau benda gantung yang bisa rubuh. • Tunggu Guncangan Berhenti: Jangan berlari keluar gedung saat guncangan masih berlangsung.
• Setelah guncangan berhenti, segera evakuasi keluar gedung menuju Titik Kumpul sambil melindungi kepala dengan tas atau buku tebal. Waspadai gempa susulan.
7. Tindakan di Titik Kumpul (Assembly Point)
• Berkumpul Bersama Kelompok: Mahasiswa berkumpul bersama teman sekelasnya dan melapor kepada Dosen/Instruktur. Staf berkumpul bersama departemennya.
• Penghitungan Jumlah Personel (Headcount): Dosen dan Warden Lantai wajib menghitung jumlah orang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di dalam gedung.
• Laporan Orang Hilang: Jika ada rekan yang hilang atau dicurigai masih berada di dalam gedung, segera laporkan kepada Koordinator Tanggap Darurat atau petugas berwenang.
JANGAN PERNAH kembali ke dalam gedung untuk mencari seseorang. • Tunggu Instruksi: Tetap berada di Titik Kumpul hingga ada pengumuman resmi dari Koordinator Tanggap Darurat atau pihak berwenang bahwa keadaan telah aman (All Clear) dan diizinkan kembali ke dalam gedung, atau diinstruksikan untuk pulang.